Faktor Resiko Terjadinya Kanker Payudara

No comment 37 views
Faktor Resiko Terjadinya Kanker Payudara

Faktor Resiko Terjadinya Kanker Payudara

IdSeksi.com – Cantik Dan SeksiPayudara adalah alat vital kebanggaan dari setiap wanita pada umumnya. Banyak wanita yang menginginkan mempunyai payudara yang indah, padat, dan kencang sehingga membuat dirinya menjadi lebih percaya diri. Pada dasarnya, payudara duduk pada otot-otot dada yang menutupi tulang rusuk.

Setiap payudara terbuat dari 15 hingga 20 cuping. Cuping-cuping tersebut mengandung banyak lobula yang lebih kecil ukurannya. Lobula-lobula tersebut mengandung sekelompok kelenjar kecil yang bisa menghasilkan susu. Payudara juga mengandung pembuluh-pembuluh limfe (getah bening). Pembuluh ini mengarah pada organ-organ yang disebut simpul limfe.

Sedangkan kelmpok limfe menangkap bakteri, sel-sel kanker, atau substansi-substansi membahayakan lainnya. Nah, karena kemampuan limfe yang menangkap bakteri dan sel-sel kanker serta substansi membahayakan lainnya itulah kemudian akan muncul berbagai gangguan terhadap payudara, termasuk di antaranya tumor dan kanker.

Mengenal Kanker Payudara
Tubuh kita terdiri dari sel-sel yang selalu tumbuh. Kadang-kadang pertumbuhan tersebut tidak terkontrol dan membentuk suatu gumpalan. Kebanyakan tidak menimbulkan bahaya yang signifikan. Bila suatu tempat di tubuh kita terdapat pertumbuhan sel-sel yang berlebihan, maka akan terjadi suatu benjolan atau tumor.

Tumor ini dapat bersifat jinak maupun ganas. Tumor yang ganas mempunyai sifat yang khas, yaitu dapat menyebar luas ke bagian lain di seluruh tubuh untuk berkembang menjadi tumor yang baru. Penyebaran ini disebut dengan metastase. Ada yang tumbuh secara c (epat, ada pula yang tumbuh tidak terlalu cepat, seperti kanker payudara.

Jika seorang wanita menemukan benjolan di payudaranya, pertama-tama tentu akan timbul perasaan khawatir dan selanjutnya menyikapi dengan berbeda. Sebagian akan pergi ke dokter untuk memeriksakan benjolannya, sebagian mencoba pengobatan alternatif, sementara yang lainnya berusaha melupakannya dan tidak melakukan tindakan apapun.

Setiap benjolan payudara tentu menimbulkan banyak kekhawatiran, diantaranya kemungkinan adanya kanker, operasi, efek samping radiasi dan kemoterapi, sampai kematian. Sering kali kekhawatiran yang berlebihan menyebabkan seorang wanita menunda untuk berkonsultasi dengan dokter, padahal tidak semua benjolan di payudara adalah kanker, bahkan sebagian besar justru merupakan tumor jinak.

Kanker payudara merupakan jenis kanker umum yang terjadi pada wanita. Hal ini berdasarkan penelitian di Amerika, yang menunjukan bahwa hampir sepertiga kanker yang didiagnosis pada wanita adalah kanker payudara. Pada tahun 2000 diperkirakan lebih dari 180.000 wanita di Amerika didiagnosis mengidap kanker payudara dan lebih dari 40.000 meninggal karena kanker jenis ini.

Kanker payudara adalah tumor ganas yang bermula dari sel-sel payudara. Untuk bisa memahi kanker payudara, sangatlah penting memahami beberapa dasar dari struktur atau bagian-bagian normal payudara. Payudara wanita terbentuk dari beberapa hal, yaitu kelenjar-kelenjar yang memproduksi susu payudara (yang disebut lobula) yang sudah dibahasa di awal pembicaraan, pembulu-pembuluh atau sering disebut duct.

Kebanyakan kanker payudara bermula dalam sel-sel yang ada pada pembuluh-pembuluh (kanker duktal), meski sebagian juga bermula pada lobula, dan sejumlah kecil bermula pada jaringan-jaringan yang lain. Penting untuk diketehaui apakah sel-sel kanker telah berkembang ke simpul-simpul limfa, karena jika mereka sudah berkembang kesana, ada kesempatan yang lebih besar bahwa sel-sel tersebut juga telah mengalir ke aliran darah dan berkembang ke tempat-tempat lain di dalam tubuh.

Selain itu perlu juga diketahui bahwa kebanyakan benjolan yang ada pada payudara itu tidak berbahaya alias lunak. Ini berarti, benjolan tersebut bukanlah kanke. Tumor payudara yang lunak adalah pertumbuhan yang tidak normal, tetapi tumor ini tidak menyebar ke luar dari payudara, dan juga tidak mengancam kehidupan. Namun sebagian benjolan pada payudara yang lunak bisa meningkatkan resiko wanita terkena kanker payudara.

Kebanyakan benjolan pada payudara disebabkan oleh perubahan-perubahan fibrosistik. Kista adalah kantung-kantung yang berisis cairan. Sedangkan fibrosis adalah formasi jaringan seperti parut. Perubahan-perubahan ini bisa menyebabkan pembesaran payudara dan menyebabkan rasa sakit. Pembesaran dan rasa sakit ini sering terjadi sebelum periode pada saat mulai.

Payudara mungkin terasa tidak halus, dan kadang ada kotoran puting yang bening atau agak kabur. Sel kanker payudara yang pertama dapat tumbuh menjadi tumor sebesar satu sentimeter tersebut diam pada waktu delepan sampai dua belas tahun. Sel kanker tersebut diam kelenjar payudara. Sel-sel kanker payudara ini dapat menyebar melalui aliran darah ke seluruh tubuh.

Tulisan ini saya dedikasikan untuk ibu tersayang yang sudah mengidap kanker payudara, mohon maaf apabila tulisan ini kurang begitu bermanfaat karena keterbatasannya referensi yang saya dapatkan. Namun semoga tulisan ini bermanfaat bagi kaum wanita yang belum terjangkit agar lebih banyak berhati-hati dalam mengkonsumsi makanan sehari-hari.

Sumber. Deteksi dini kanker payudara.

author
Author: 

    Leave a Reply